Senin, 17 Maret 2014

Samudra dan Benua

A. Pengertian Benua dan Samudera Benua adalah hamparan daratan yang sangat luas yang pada bagian tengahnya bersifat kering karena tidak mendapat pengaruh dari angin laut yang basah dan lembab. Benua dibatasi (dikelilingi oleh samudera).Pengertian samudera adalah hamparan air asin yang mengelilingi daratan atau benua. Hamparan air asin yang relatif sempit disebut laut. B. Sejarah Terbentuknya Benua Sekitar 4,4 milyar tahun yang lalu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, selain itu atmosfer bumi pada saat itu masih tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari sampai ke bumi. Akibatnya uap air di atmosfer mulai berkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah yang mulai mengisi cekungan-cekungan di bumi sehingga terbentuklah samudra dan laut. Samudra saat itu bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (kira-kira 100°C. Keasaman air samudra ini terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. C. Proses Terbentuknya Benua dan Samudra Benua dan samudra terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Dahulu bentuk benua dan samudra tidak seperti sekarang ini. Setelah melalui proses yang panjang maka terbentuklah benua seperti pada saat ini. Bagaimanakah benua dan samudra terbentuk? Ada seorang ilmuwan asal Jerman yang bernama Alfred Wagener yang mengemukakan teori tentang pembentukan benua. Menurut Alfred Wagener, sebelum zaman Carbon (+ - 300 juta tahun yang lalu), semua benua yang ada sekarang ini tergabung menjadi satu yang disebut Benua Pangea. Benua Pangea kemudian terpecah menjadi dua benua, yaitu Benua Laurasia (di bagian utara) dan Benua Gondwana (di bagian selatan). Proses pecahnya benua Pangea ini terjadi sekitar 135 juta tahun lalu. Selanjutnya Benua Laurasia bagian barat bergerak ke utara menjauhi benua Gondwana yang akhirnya membentuk benua Benua Amerika Utara. Sedangkan Benua Gondwana di selatan terpecah menjadi beberapa benua, yaitu sebagai berikut: 1) Bagian barat bergeser terus ke arah barat menjadi Benua Amerika Selatan. 2) Bagian timur bergerak ke timur menjadi Benua Afrika. 3) Bagian yang lebih kecil di bagian timur terus bergerak ke arah timur laut dan menjadi India 4) Satu bagian lagi terpecah menjadi dua, yaitu bagian timur terus begerak ke arah timur laut, dan pecahan bagian barat terus bergerak ke arah selatan. Perkembangan selanjutnya, Amerika Utara bergabung menjadi satu dengan Amerika Selatan, Eurasia menjadi Benua Eropa dan Benua Asia. Bagian paling selatan yang bergerak ke selatan menjadi benua Antartika dan bagian dari bagian selatan yang bergerak ke timur laut menjadi Benua Australia. Teori Wagener disebut juga Teori Pergeseran Benua. Teori ini didasarkan pada fakta-fakta sebagai berikut. a. Lekukan atau bentuk pantai di Afrika Timur, Amerika Utara, dan Amerika Selatan dengan pantai barat Eropa dan Afrika hampir sama. b. Daratan Tanah Hijau (Greenland) menjauh dari Eropa sejauh +- 36 centimeter setiap tahun. a. Tanah di Amerika Selatan, Afrika, India, Australia dan Antartika menunjukkan persamaan sifat. b. Pulau Madagaskar dalam gerakannya ke arah barat terhambat oleh Afrika. D. Posisi Benua dan Samudra Dengan cara membaca peta dunia atau globe, kalian dapat menjelajahi benua. Pada peta dunia kalian akan melihat simbol warna seperti warna hijau, coklat, kuning, putih dan biru. Benua-benua yang ada di dunia terdiri atas 6 benua dengan 1 benua tidak dihuni secara permanen. Benua-benua tersebut mempunyai luas yang berbeda. Benua yang tidak dihuni adalah Benua Antartika karena daerahnya terlalu dingin dan selalu bersalju. Benua ini hanya digunakan oleh para peneliti. Benua-benua ini dipisahkan oleh massa air yang luas, tetapi ada beberapa benua yang pemisahannya sebagai berikut: a. Benua Asia dan Eropa bersatu, sehingga batas benua tersebut adalah pegunungan Ural, Laut Kaspia, dan Laut Hitam. b. Benua Asia dan Afrika bersatu sehingga batas benua tersebut adalah terusan Suez dan laut merah. Terusan Suez adalah terusan yang digali untuk memperpendek jarak dan menghubungkan Laut Mediterranean dan Laut Merah. Bagaimanakah Samudranya? Lapisan air ini dapat mengisi cekungan di daratan maupun di lekukan yang besar di permukaan bumi. Lapisan air yang menyelimuti lekukan-lekukan permukaan bumi tersebut membentuk massa air luas yang dikenal dengan samudra atau lautan da . Rasa air asin disebabkan oleh air hujan yang mengalir di daratan membawa unsur kimia terutama NaCl (Natrium Klorida) ke laut n massa air yang sempit disebut dengan laut. Rasa air asin disebabkan oleh air hujan yang yang mengalir di daratan membawa unsur kimia terutama NaCl (Natrium Klorida) ke laut. Di laut terjadi arus dan gelombang, sehingga Na Cl diaduk oleh arus laut dan gelombang dan terjadi reaksi, sehingga rasa air laut menjadi asin. Jadi perbedaan antara perarian laut dan perairan daratan adalah rasa asin. Jumlah air laut jauh lebih banyak daripada air daratan. Luas samudra mencapai 71 % dari seluruh air di permukaan bumi, sedangkan luas daratan hanya 29 %. Massa air yang menutupi permukaan bumi tersebar dalam bentuk samudra, laut, selat dan teluk. Bentuk massa air ini disebut dengan perairan laut. Perairan laut yang besar yang dikenal dengan samudra tersebar pada 4 samudra antara lain: 1. Samudra Hindia, 2. Samudra Pasifik, 3. Samudra Atlantik, dan 4. Samudra Arktik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar